Siswa-siswi SD Muhammadiyah II Gempol melakukan outing class di bioskop
Sumber: Tim Media Kreatif – SD Muda Gempol

Gempol, 28 Oktober 2026 — Belajar tentang kehidupan tidak selalu harus dimulai dari buku pelajaran. Sebuah cerita di layar lebar pun dapat menjadi pintu untuk mengenal arti kasih sayang, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama. Pengalaman inilah yang dihadirkan SD Muhammadiyah II Gempol melalui kegiatan outing class dengan menonton film Children of Heaven di New Star Cineplex (NSC) Pasuruan, Pandaan.

Kegiatan ini diikuti oleh 93 siswa kelas 1, 2, dan 3, termasuk siswa inklusi dengan pendampingan sembilan guru. Tidak sekadar menjadi kesempatan untuk menikmati film bersama, kegiatan ini juga menghadirkan pengalaman belajar di luar kelas melalui kisah yang dekat dengan kehidupan keluarga dan sarat nilai kemanusiaan.

Mengenal Kisah Ali dan Zahra di Layar Lebar

Film Children of Heaven versi Indonesia merupakan film drama keluarga yang disutradarai Hanung Bramantyo dan diproduksi MD Pictures. Dirilis pada 2026, film ini merupakan adaptasi dari film Iran berjudul sama karya Majid Majidi yang dirilis pada 1997. Versi Indonesia mengambil latar pinggiran Kota Semarang pada akhir 1980-an.

Cerita berpusat pada Ali, yang diperankan Jared Ali, dan adiknya, Zahra, yang diperankan Humaira Jahra. Persoalan bermula ketika Ali tidak sengaja menghilangkan satu-satunya sepatu sekolah milik Zahra. Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, keduanya berusaha menyelesaikan masalah tersebut tanpa menambah beban kedua orang tua mereka, Karim dan Fatima.

Ali dan Zahra kemudian membuat kesepakatan untuk bergantian menggunakan sepatu Ali yang sudah usang agar keduanya tetap dapat bersekolah. Kesepakatan sederhana itu membuat mereka harus mengatur waktu dengan cermat setiap hari. Ali pun berusaha mencari cara agar adiknya bisa kembali memiliki sepatu sendiri, termasuk dengan mengikuti lomba lari yang menawarkan hadiah sepatu.

Di balik persoalan sepasang sepatu, tersimpan kisah tentang kasih sayang kakak beradik, tanggung jawab, kejujuran, dan kesediaan berkorban. Perjuangan Ali dan Zahra memperlihatkan bahwa kasih sayang tidak selalu diwujudkan melalui pemberian sesuatu yang besar, tetapi juga melalui perhatian, usaha, dan kepedulian dalam menghadapi kesulitan bersama.

Siswa Ikut Terbawa Suasana Film

Kisah perjuangan Ali dan Zahra memberikan kesan tersendiri bagi para siswa. Selama menyaksikan film, mereka tidak hanya mengikuti alur cerita, tetapi beberapa di antaranya juga turut terbawa suasana ketika melihat pengorbanan Ali demi adiknya.

Wali kelas 2A, Ustadzah Hamidah Rachmawati S,Pd., menyampaikan bahwa para siswa terlihat sangat senang selama mengikuti kegiatan tersebut. Mereka ikut merasakan suasana dalam cerita, terutama ketika menyaksikan perjuangan Ali untuk mendapatkan sepatu bagi Zahra.

“Anak-anak senang sekali. Mereka ikut terbawa suasana saat melihat perjuangan Ali untuk adiknya. Bahkan, ada yang sampai terharu ketika menyaksikan pengorbanan Ali dalam mengikuti lomba lari demi mendapatkan sepatu untuk Zahra,” ungkap Bu Ida.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bagaimana cerita dapat menjadi sarana untuk mengenalkan perasaan dan pengalaman orang lain kepada anak-anak. Melalui perjuangan Ali, siswa diajak melihat bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, termasuk membantu keluarga dan berusaha demi kebahagiaan orang yang disayangi.

Bagi siswa sekolah dasar, kisah seperti ini juga dapat menjadi pintu masuk untuk menghubungkan cerita dengan kehidupan sehari-hari. Tindakan Ali mengajarkan pentingnya tanggung jawab dalam menghadapi persoalan, sementara hubungannya dengan Zahra memperlihatkan kasih sayang yang tumbuh melalui perhatian dan pengorbanan.

Outing Class Inklusif, Belajar Bersama Tanpa Sekat

Keikutsertaan siswa kelas 1–3 bersama siswa inklusi menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Seluruh peserta memperoleh kesempatan untuk mengikuti pengalaman belajar di luar kelas dalam suasana yang berbeda dari pembelajaran sehari-hari.

Pembelajaran inklusif bukan sekadar menghadirkan semua anak di tempat yang sama. Lebih dari itu, inklusi berkaitan dengan pemberian kesempatan kepada setiap anak untuk berpartisipasi, memperoleh dukungan sesuai kebutuhannya, dan menjadi bagian dari lingkungan belajar.

Dalam kegiatan seperti ini, pendampingan guru menjadi bagian penting untuk membantu siswa mengikuti aktivitas dengan nyaman. Pengalaman bersama juga membuka ruang bagi anak-anak untuk berinteraksi di luar rutinitas pembelajaran di sekolah.

Keterlibatan siswa dengan kebutuhan belajar yang beragam mengingatkan bahwa setiap anak dapat memiliki cara dan kebutuhan belajar yang berbeda. Meski demikian, setiap anak tetap berhak memperoleh kesempatan untuk belajar dan berpartisipasi bersama teman-temannya.

Melalui kegiatan outing class, pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui materi yang disampaikan di kelas, tetapi juga melalui pengalaman bersama yang memungkinkan siswa mengenal lingkungan, berinteraksi, dan menemukan makna dari cerita yang mereka saksikan.

Dari Layar Menuju Nilai Kehidupan

Melalui kegiatan outing class ini, SD Muhammadiyah II Gempol menghadirkan pengalaman belajar yang memadukan aktivitas di luar kelas dengan pengenalan nilai-nilai kehidupan. Film Children of Heaven menjadi media untuk mengenalkan kasih sayang, tanggung jawab, kejujuran, dan kepedulian melalui cerita yang dekat dengan hubungan keluarga.

Kisah Ali dan Zahra mengingatkan bahwa kasih sayang tidak selalu hadir dalam bentuk hal-hal besar. Perhatian kepada saudara, kesediaan membantu keluarga, dan usaha untuk meringankan beban orang lain merupakan bentuk kepedulian yang dapat dikenalkan sejak usia dini.

Pengalaman menonton bersama juga membuka kesempatan bagi siswa untuk mengenali emosi dan memahami bahwa setiap orang dapat menghadapi kesulitan yang berbeda. Dari cerita tersebut, anak-anak dapat diajak belajar menghargai perjuangan orang lain dan menunjukkan kepedulian melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu murid kelas 1-B yang bernama Nara, mengatakan bahwa di sangat senang menonton film tersebut. “Senang soalnya ada popcorn, tempatnya nyaman dan bagus, toiletnya bersih dan rapi, bisa nonton sama teman-teman di bioskop. Terus suka pada saat adegan Ali berlari dan kasihan saat Ali terdorong dan terjatuh saat lari.”

Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah II Gempol menghadirkan pembelajaran yang tidak terbatas pada ruang kelas. Kisah Ali dan Zahra menjadi pengingat bahwa sebuah cerita sederhana dapat membawa pesan bermakna, sementara pengalaman belajar bersama menjadi bagian dari proses anak-anak mengenal dunia dan memahami orang-orang di sekitarnya.

Pada akhirnya, pengalaman yang dibawa pulang siswa bukan hanya tentang menonton film di bioskop, melainkan juga tentang nilai-nilai kehidupan yang dapat mereka kenali melalui kisah di layar lebar: bahwa kasih sayang tumbuh melalui kepedulian, dan empati dimulai ketika seseorang berusaha memahami perasaan orang lain.

Penulis: Savira
Editor: Anita
Dokumentasi: Farah