Gempol, 1 Oktober 2026 — Belajar sejarah tidak selalu harus berlangsung lewat buku dan penjelasan di depan kelas. Siswa kelas 4, 5, dan 6 SD Muhammadiyah II Gempol mendapat pengalaman belajar yang berbeda melalui kegiatan nonton bareng film yang mengangkat peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S).

Kegiatan ini menjadi salah satu cara untuk mengenalkan siswa pada bagian penting dari perjalanan sejarah Indonesia melalui media audiovisual. Dengan menyaksikan peristiwa sejarah dalam bentuk tayangan, siswa dapat memperoleh gambaran yang lebih konkret mengenai situasi dan peristiwa yang terjadi pada masa tersebut.

Namun, kegiatan nobar ini tidak berhenti pada aktivitas menonton. Guru turut mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung agar tayangan yang disaksikan dapat dipahami sesuai dengan usia dan tingkat pemahaman mereka.

Pendampingan tersebut juga menjadi bagian penting dalam pembelajaran sejarah. Siswa tidak hanya diarahkan untuk mengetahui apa yang terjadi, tetapi juga diajak memahami bahwa sebuah peristiwa sejarah memiliki latar belakang, rangkaian kejadian, dan dampak yang perlu dipelajari secara bijak.

Bagi siswa sekolah dasar, pengalaman seperti ini dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal sejarah dengan cara yang lebih dekat. Dari sebuah tayangan, mereka dapat belajar menyimak informasi, mengenali peristiwa masa lalu, sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu untuk memahami sejarah Indonesia lebih jauh.

Lebih dari sekadar mengenal sebuah peristiwa, pembelajaran sejarah juga dapat menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai seperti persatuan, menghargai perjuangan para pendahulu, mencintai tanah air, serta belajar mengambil hikmah dari perjalanan bangsa.

Di sisi lain, kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa pembelajaran di SD Muhammadiyah II Gempol tidak hanya berlangsung melalui materi yang tertulis di buku pelajaran. Sekolah berusaha menghadirkan pengalaman belajar yang membuat siswa berinteraksi langsung dengan berbagai bentuk sumber belajar, sambil tetap mendapatkan pendampingan dari guru.

Bagi SD Muhammadiyah II Gempol, belajar tidak selalu berarti duduk di dalam kelas dan membuka buku. Ada kalanya, sebuah tayangan, percakapan, dan pengalaman bersama justru menjadi pintu masuk bagi siswa untuk mengenal sesuatu yang lebih luas.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya diajak melihat kembali salah satu bagian dari perjalanan sejarah Indonesia, tetapi juga belajar bahwa setiap peristiwa masa lalu memiliki konteks dan pelajaran yang dapat dipahami dari berbagai sudut pandang. Pendampingan guru menjadi bagian penting agar pengalaman menonton tetap menjadi pengalaman belajar yang sesuai dengan usia mereka.

Cara belajar seperti inilah yang diharapkan dapat menumbuhkan siswa yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga mampu mengambil hikmah, menghargai sejarah, dan memahami lingkungan sosial di sekitarnya.

Semangat tersebut sejalan dengan identitas SD Muhammadiyah II Gempol: Islami, Cerdas, Berprestasi, dan Berbudaya Lingkungan. Pendidikan tidak hanya tentang apa yang diketahui siswa, tetapi juga tentang bagaimana pengetahuan itu membentuk cara mereka melihat, bersikap, dan bertumbuh.

Sebab, pada akhirnya, sekolah bukan hanya tempat untuk mempersiapkan anak menghadapi ujian. Sekolah juga menjadi ruang bagi mereka untuk mengenal dunia—sedikit demi sedikit, dengan pendampingan dan pengalaman yang bermakna.

Photo: Peringatan G30 SPKI 2026 – 30 September 2026